“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati...” (QS. Ali Imran: 185)
Kematian adalah kepastian yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Ia datang tanpa mengenal usia, status, atau kekayaan. Mengingat kematian bukan berarti takut atau putus asa, tetapi justru menjadi pengingat agar kita lebih bijak dalam menjalani hidup.
1. Kematian sebagai Pengingat
Terkadang kita terlalu sibuk dengan dunia, seakan-akan akan hidup selamanya. Padahal, setiap detik adalah langkah menuju akhir. Dengan mengingat kematian, kita belajar untuk:
✅ Menghargai waktu – Menggunakannya untuk hal yang bermanfaat.
✅ Menjaga perkataan dan perbuatan – Menghindari dosa dan keburukan.
✅ Memperbanyak amal kebaikan – Karena hanya itu yang akan kita bawa.
2. Bekal Menuju Kehidupan Selanjutnya
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Orang yang paling cerdas adalah yang paling banyak mengingat kematian dan mempersiapkan diri untuknya." (HR. Ibnu Majah)
Persiapan terbaik bukanlah harta atau jabatan, tetapi amal kebaikan yang ikhlas karena Allah. Kita bisa:
✔️ Memperbanyak ibadah dan sedekah.
✔️ Memperbaiki hubungan dengan sesama.
✔️ Menghindari dosa dan bertaubat sebelum terlambat.
3. Hidup dengan Makna
Mengingat kematian mengajarkan kita untuk hidup lebih bermakna. Jangan menunda kebaikan, jangan menyimpan dendam, dan jangan terlalu terikat pada dunia. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama.
Apakah hari ini kita sudah siap jika dipanggil menghadap-Nya?
🌿 “Ya Allah, jadikanlah kami hamba yang senantiasa mengingat-Mu, memperbanyak amal shalih, dan wafat dalam keadaan husnul khatimah.” 🤲