Notification

×

Iklan

FOTO KEGIATAN

Indeks Berita

Aku dan Kamu Akan Pergi dari Dunia Ini: Mewariskan Kebaikan, Bukan Sekadar Harta

Rabu, 02 April 2025 | 01:14 WIB Last Updated 2025-04-01T18:15:15Z
 
Kehidupan di dunia fana ini bagaikan perjalanan singkat menuju keabadian.  Setiap langkah yang kita lalui, setiap nafas yang kita hirup, mengantar kita lebih dekat kepada Sang Pencipta.  Kesadaran akan kematian bukanlah untuk menakut-nakuti, melainkan untuk menyadarkan kita akan  kefanaan segala sesuatu yang bersifat duniawi.  Anak, harta, dan segala nikmat yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah SWT,  amanah yang harus kita jaga dan kelola dengan sebaik-baiknya.
 
Anak: Amanah Terindah dari Allah
 
Anak adalah anugerah terindah,  perhiasan hidup yang membawa kebahagiaan tak terkira.  Namun, di balik kebahagiaan itu tertanam tanggung jawab yang besar.  Firman Allah SWT dalam QS. Al-Kahfi: 46,  "Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia...",  menunjukkan bahwa anak adalah bagian dari ujian dan cobaan hidup.
 
Sebagai orang tua, kita bukan sekadar pemberi nafkah, tetapi juga  pendidik utama bagi anak-anak kita.  Kita berkewajiban  menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dan keimanan yang kuat sejak dini.  Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi,  "Tidak ada pemberian seorang ayah kepada anaknya yang lebih utama daripada pendidikan akhlak yang baik,"  menekankan pentingnya pendidikan karakter yang islami.  Pendidikan agama yang cukup,  bukan hanya sekedar hafalan,  tetapi pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,  adalah bekal teramat penting agar mereka tetap berada di jalan yang diridhoi Allah SWT.
 
Harta: Sarana Ibadah, Bukan Tujuan Hidup
 
Harta yang kita miliki bukanlah tujuan hidup,  melainkan sarana untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.  Kekayaan yang melimpah tanpa diiringi ketakwaan hanya akan menjadi beban dan fitnah.  Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 195,  "Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan."
 
Menitipkan harta di jalan Allah SWT memiliki banyak bentuk,  antara lain:
 
- Zakat dan Sedekah: Membersihkan harta dan berbagi dengan sesama yang membutuhkan,  merupakan kewajiban sekaligus ibadah yang mulia.
- Wakaf:  Memberikan harta untuk kepentingan umum,  seperti pembangunan masjid,  sekolah,  rumah sakit,  dan lain sebagainya,  pahala akan terus mengalir meskipun kita telah tiada.
- Bantuan Pendidikan Anak Yatim dan Dhuafa:  Memberikan kesempatan pendidikan yang layak bagi anak-anak yang kurang beruntung,  adalah investasi akhirat yang sangat berharga.
- Dakwah dan Penyebaran Ilmu:  Menggunakan harta untuk menyebarkan ilmu agama dan kebaikan,  adalah bentuk amal jariyah yang sangat bermanfaat.
 
Mewariskan Kebaikan: Warisan Abadi
 
Kita semua akan kembali kepada Allah SWT.  Namun,  warisan kebaikan yang kita tinggalkan akan tetap abadi.  Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Muslim,  "Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya,"  menunjukkan bahwa amal jariyah, ilmu bermanfaat, dan anak sholeh adalah warisan yang paling berharga.
 
Sebelum ajal menjemput,  marilah kita persiapkan warisan kebaikan ini dengan sebaik-baiknya.  Didiklah anak-anak kita dengan penuh kasih sayang dan bimbingan agar menjadi generasi yang bertakwa dan bermanfaat bagi umat.  Gunakanlah harta kita untuk kemaslahatan umat,  sehingga pahala akan terus mengalir meskipun kita telah tiada.
 
Kesimpulan:
 
Hidup ini hanya sementara.  Anak dan harta hanyalah titipan.  Marilah kita manfaatkan waktu yang ada untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian dan mewariskan kebaikan yang abadi.  Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan mengampuni segala dosa-dosa kita. Aamiin.